Daun Berguguran

cursor bertabur bintang

Jumat, 30 Desember 2011



Bismillahirrahmanirrahiim,.   
Aku kembali mencoba berdiri dalam kelemahan hati yang begitu mendera,.Tak tahu harus berbuat apa,. Sekitarku bagai asing buatku, ingin kembali berkenalan namun tak ingin, ntah kenapa rasa inginku hilang tak tahu kemana,. Semakin hari hati ini semakin sakit ada rasa yang ingin aku teriakkan pada Alam,. "Ya Robb,. hamba tidak kuat memikulnya,." Bukankah Allah tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan hambaNYA,. Tapi aku tak punya kekuatan meluapkannya, lidahku kelu,. sesakku tertahan di dada,. butiran kristalku hanya mampu keluar di sudut pelupuk mata yang begitu lelah menatap hari-hari indah ini,.   

Perjalanan ini melelahkan,. Ingin sejenak merebahkan semua penat yang ada, bersandar dipundak yang dengan tulus menyayangiku tanpa kebohongan,. Aku tetap wanita biasa, yang rapuh dan tak mampu tegar bila tidak ada yang menemani,. Aku seperti orang tidak waras, tertawa namun bathinku pilu, menangis, menahan beban yang tak mampu aku bagi walau hanya sedikit,.  

Huuuffttt,.   Ya Robb,..   Aku bingung,.. Apa yang harus kulakukan,. Untuk mengajak hatiku kembali bahagia, kembali tersenyum,. Kenapa tiap ajakan lembut untuk bangkit itu tak mampu aku rengkuh, kenapa ya Robb,. Sapaan dan canda tawa mereka hampir setiap hari hadir, mereka sengaja hadir hanya untuk melihat aku tersenyum, menanyakan keadaanku,. tapi aku tak mampu ya Robb,.. aku belum mampu mengajak hatiku,. Astaghfirullah,..     

Banyak asa yang ku ukir, banyak bahagia yang ingin aku raih, tapi sekarang untuk bersemangat pun aku tak kuat, semua tinggal rencana dalam impian yang tak akan pernah terwujud,. Ada hal yang ingin ku sampaikan,. Ingin segera mengakhiri setiap episode sedih ini, ingin pergi jauh dari sekeliling,. Tak ingin kembali walau hanya sekedar tahu keadaan, 

Ya itu yang terkadang hinggap dalam benak lemahku,. Menjauh,. menyendiri,. Aku begini bukan untuk membuktikan bahwa aku lemah,. Tidak sama sekali, inilah caraku untuk mengajak hatiku bergembira seperti dulu mungkin perih tapi harus,. Terkadang untuk menghalau rasa ini aku tak mampu, hatiku terus mengajakku berbicara, hilang dan hilang ,. Tapi cuma dengan hati ini aku mampu jujur,. Dan DIA,. yang menciptakanku, ya hanya Robb yang tahu siapa aku sebenarnya,.   

Aku ingin bila nanti hadir seseorang yang menyayangiku, aku tak ingin disakiti, aku lelah, aku lelah memahami tapi tidak pernah dipahami, aku lelah dengan kedewasaanku, aku lelah,. Hikz hikz,.. 
Aku hanya ingin disayang dengan tulus,. 
Semoga do'amu membuatku lebih kuat dan bertahan hingga babak akhir  episode ini,. Semoga,. Ketika lelahku berujung bahagia atau sedih kamu akan menjadi teman yang menyaksikan ending dari kisah ini,. Ya lelahku akan terjawab dengan alur waktu yang aku sendiri tidak tahu kapan akan berakhir,. Astaghfirullah,.